Showing posts with label Data Base. Show all posts
Showing posts with label Data Base. Show all posts

Tuesday, January 30, 2018

Contoh ERD Pada Perpustakaan

Pengertian Menurut Entity Relationship Diagram (ERD)

    Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem.

Contoh soal :

1.Perpustakaan 

  Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perp ustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang. Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

Jawab:

Entitas : Mahasiswa, KAP (Kartu Anggota Perpustakaan), Buku

Atribut : Nama, no.mahasiswa, Alamat mahasiswa, No.buku, Judul, Pengarang, Penerbit dan tahun terbit.

Relasi : Daftar dan Pinjam

Gambar ERD dalam peminjaman buku di perpustakaan:


Baca selengkapnya

Entity Relationship Diagram (ERD)

 

   Bahasan Sistem Basis Data kali ini tentang Entity Relationship Diagram (ERD) salah satu bentuk pemodelan basis data yang sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi. Membuat  ERD adalah urutan pertama yang harus di lakukan dalam pembuatan data base.

Pengertian ERD

    Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem.

komponen-komponen pada ERD

a. Entitas

Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity (entitas) yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.

Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.

b.  Hubungan (relasi/relationship)

Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.

Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.

c.  Atribut

Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :
  • Atribut Key
          Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua              baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang                    dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama

         Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya

  • Atribut simple
    atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/dipilah lagi
    Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.

  • Atribut Multivalue
    nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan
    Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.

  • Atribut Composite
          Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang            mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.

          Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang

  • Atribut Derivatif
          Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari              atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang                  bergaris putus-putus

      Simbol-simbol untuk membuat diagram ERD:



Baca selengkapnya

Monday, January 15, 2018

tipe data yang sering di gunkan untuk data base


Tipe Numeric

Tipe data numerik digunakan untuk menyimpan data numeric (angka). Ciri
utama data numeric adalah suatu data yang memungkinkan untuk dikenai
operasi aritmatika seperti pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL yang termasuk ke dalam kelompok tipe
numerik:

INT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif
dan negatif.
Jangkauan : -2.147.483.648 s/d 2.147.483.647
Ukuran : 4 byte (32 bit).
FLOAT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan
positif dan negatif presisi tunggal.
Jangkauan : -3.402823466E+38 s/d -1.175494351E-38, 0, dan
1.175494351E-38 s/d 3.402823466E+38.
Ukuran : 4 byte (32 bit).
DOUBLE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan
positif dan negatif presisi ganda.
Jangkauan : -1.79...E+308 s/d -2.22...E-308, 0, dan
2.22...E-308 s/d 1.79...E+308.
Ukuran : 8 byte (64 bit).


Tipe Date dan Time
Tipe data date dan time digunakan untuk menyimpan data tanggal dan
waktu. Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL yang termasuk ke dalam kelompok
tipe date dan time:

DATE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal.
Jangkauan : 1000-01-01 s/d 9999-12-31 (YYYY-MM-DD)
Ukuran : 3 byte.
TIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data waktu.
Jangkauan : -838:59:59 s/d +838:59:59 (HH:MM:SS)
Ukuran : 3 byte.

DATETIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal dan waktu.
Jangkauan : '1000-01-01 00:00:00' s/d '9999-12-31 23:59:59'
Ukuran : 8 byte.

YEAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal.
Jangkauan : 1900 s/d 2155
Ukuran : 1 byte.

Tipe String (Text)
Tipe data string digunakan untuk menyimpan data string (text). Ciri utama
data string adalah suatu data yang memungkinkan untuk dikenai operasi
aritmatika seperti pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Berikut
ini tipe field (kolom) di MySQL yang termasuk ke dalam kelompok tipe string:

CHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran tetap.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter

VARCHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran dinamis(berubah-ubah ).

Jangkauan : 0 s/d 255 karakter (versi 4.1), 0 s/d 65.535 (versi 5.0.3)
Baca selengkapnya

Sunday, January 14, 2018

DDL atau Data Definition Language SQL data base


      DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :
􀂃 CREATE [membuat]
􀂃 DROP    [menghapus]
􀂃 ALTER   [merubah]

Membuat Database ( create )
Sintaks umum SQL untuk membuat suatu database adalah sebagai berikut :
CREATE DATABASE [nama_database];

      Bentuk perintah di atas akan membuat sebuah database baru dengan nama nama_database. Aturan penamaan sebuah database sama seperti aturan penamaan sebuah variabel, dimana secara umum nama database boleh terdiri dari huruf, angka dan under-score (_). Jika database yang akan dibuat sudah ada, maka akan muncul pesan error. Berikut ini contoh perintah untuk membuat database baru dengan nama “penjualan” :

CREATE DATABASE penjualan;

      Jika query di atas berhasil dieksekusi dan database berhasil dibuat, maka akan ditampilkan pesan kurang lebih sebagai berikut :
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)
Menampilkan Database
      Untuk melihat database yang baru saja dibuat atau yang sudah ada, dapat menggunakan perintah sebagai berikut :

SHOW DATABASES;

Hasil dari perintah di atas akan menampilkan semua database yang sudah ada di
MySQL. Berikut ini contoh hasil dari query di atas :
+--------------+
| Database |
+--------------+
| penjualan |
| mysql |
| test |
+--------------+
3 rows in set (0.02 sec)


Membuka Database
      Sebelum melakukan manipulasi tabel dan record yang berada di dalamnya, kita harus membuka atau mengaktifkan databasenya terlebih dahulu. Untuk membuka database “penjualan”, berikut ini querynya :
USE penjualan;

Jika perintah atau query di atas berhasil, maka akan ditampilkan pesan sebagai berikut :
Database changed

Menghapus Database (drop)
Untuk menghapus suatu database, sintaks umumnya adalah sbb :

DROP DATABASE [nama_database];

      Bentuk perintah di atas akan menghapus database dengan nama nama_database. Jika databasenya ada maka database dan juga seluruh table di dalamnya akan dihapus. Jadi berhati-hatilah dengan perintah ini! Jika nama database yang akan dihapus tidak ditemukan, maka akan ditampilkan pesan error. Berikut ini contoh perintah untuk menghapus database dengan nama “penjualan” :
DROP DATABASE penjualan;

Membuat Tabel Baru
Bentuk umum SQL untuk membuat suatu table secara sederhana sebagai berikut :
CREATE TABLE nama_tabel (
field1 tipe(panjang),
field2 tipe(panjang),
...
fieldn tipe(panjang),
PRIMARY KEY (field_key)
);


      Bentuk umum di atas merupakan bentuk umum pembuatan tabel yang sudah disederhanakan. Penamaan tabel dan field memiliki aturan yang sama dengan penamaan database. Sebagai contoh, kita akan membuat tabel baru dengan struktur sebagai berikut :
Nama tabel : pelanggan
       Nama                 Field Tipe Panjang
1 id_pelanggan      Varchar 5
2 nm_pelanggan  Varchar 30
3 alamat             Text
4 telepon            Varchar 20
5 email               Varchar 50




Untuk membuat tabel tersebut di atas, query atau perintah SQL-nya adalah
sebagai berikut :

CREATE TABLE pelanggan (
id_pelanggan varchar(5) NOT NULL,
nm_pelanggan varchar(30) NOT NULL,
alamat text,
telepon varchar (20),
email varchar (50),
PRIMARY KEY(id_pelanggan)
);


suatu field.
􀂃 Untuk tipe data date dan text (juga date dan blob) panjang karakter maksimalnya tidak
   perlu ditentukan.
􀂃 Jangan lupa akhiri perintah dengan titik-koma (;) Selanjutnya untuk melihat tabel mhs
   sudah benar-benar sudah ada atau belum, ketikkan perintah berikut ini :

SHOW TABLES;

 Tambahkan ‘s’ pada table untuk menampilkan semua table begitu juga untuk menampilkan database perintah di atas akan menampilkan seluruh tabel yang sudah ada dalam suatu
database. Contoh hasil dari perintah di atas adalah sebagai berikut :

+---------------------+
| Tables_in_penjualan |
+---------------------+
| pelanggan |
+---------------------+
1 rows in set (0.01 sec)


Untuk melihat struktur tabel “mhs” secara lebih detail, cobalah perintah
atau query sebagai berikut :
DESC pelanggan;

DESC merupakan singkatan dari DESCRIBE (dalam query bisa ditulis lengkap atau hanya 4 karakter pertama) dan pelanggan adalah nama tabel yang akan dilihat strukturnya. Dari perintah di atas, akan ditampilkan struktur table pelanggan sebagai berikut :
+--------------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field | Type | Null | Key | Default | Extra |
+--------------+-------------+------+-----+---------+-------+
| id_pelanggan | varchar(5) | NO | PRI | | |
| nm_pelanggan | varchar(30) | NO | | | |
| alamat | text | YES | | NULL | |
| telepon | varchar(20) | YES | | NULL | |
| email | varchar(50) | YES | | NULL | |
+--------------+-------------+------+-----+---------+-------+
5 rows in set (0.00 sec)


Dari struktur tabel mhs yang ditampilkan di atas, dapat diketahui bahwa :
􀂃 Terdapat 5 (lima) field dengan tipe masing-masing.
􀂃 Primary Key dari tabel pelanggan adalah id_pelanggan. Lihat kolom Key pada field
   id_pelanggan.
􀂃 Untuk field id_pelanggan dan nm_pelanggan defaultnya tidak boleh kosong. Lihatlah kolom
   Null dan Default pada field id_pelanggan dan nm_pelanggan.
􀂃 Untuk field alamat telepon dan email default-nya boleh kosong. Lihatlah kolom Null dan
   Default pada field alamat dan telepon.

Mengubah Struktur Table dengan ALTER
Untuk mengubah struktur suatu tabel, bentuk umum perintah SQL-nya sebagai berikut :
ALTER TABLE nama_tabel alter_options;

dimana :
􀂃 ALTER TABLE merupakan perintah dasar untuk mengubah tabel.
􀂃 nama_tabel merupakan nama tabel yang akan diubah strukturnya.
􀂃 alter_options merupakan pilihan perubahan tabel. Option yang bisa
digunakan, beberapa di antaranya sebagai berikut :

» ADD definisi_field_baru
Option ini digunakan untuk menambahkan field baru dengan
“definisi_field_baru” (nama field, tipe dan option lain).
» ADD INDEX nama_index
Option ini digunakan untuk menambahkan index dengan nama
“nama_index” pada tabel.
» ADD PRIMARY KEY (field_kunci)
Option untuk menambahkan primary key pada tabel
» CHANGE field_yang_diubah definisi_field_baru
Option untuk mengubah field_yang_diubah menjadi definisi_field_baru
» MODIFY definisi_field
Option untuk mengubah suatu field menjadi definisi_field
» DROP nama_field
Option untuk menghapus field nama_field
» RENAME TO nama_tabel_baru
Option untuk mengganti nama tabel
Beberapa contoh variasi perintah ALTER untuk mengubah struktur suatu
tabel antara lain :
1. Menambahkan field “tgllahir” ke tabel pelanggan
ALTER TABLE pelanggan ADD tgllahir date NOT NULL;

2. Menambahkan primary key pada suatu tabel
ALTER TABLE pelanggan ADD PRIMARY KEY(id_pelanggan);

3. Mengubah tipe field tgllahir menjadi varchar dalam tabel pelanggan
ALTER TABLE pelanggan MODIFY tgllahir varchar(8) NOT NULL;

4. Menghapus field tgllahir dari tabel pelanggan
ALTER TABLE pelanggan DROP tgllahir;

Mengubah Nama Tabel
Untuk mengubah nama suatu tabel, dapat menggunakan perintah SQL sbb :
RENAME TABLE pelanggan TO plg;
ALTER TABLE plg RENAME TO pelanggan;

Perintah di atas akan mengubah tabel pelanggan menjadi plg dan sebaliknya.

Menghapus Tabel
Untuk menghapus sebuah tabel, bentuk umum dari perintah SQL adalah sebagai berikut :

DROP TABLE nama_tabel;

Contohnya kita akan menghapus tabel dengan nama “pelanggan” maka perintah SQL-nya adalah :
DROP TABLE pelanggan;


Baca selengkapnya